Panel surya perovskite kini sering disebut sebagai salah satu terobosan paling menjanjikan di dunia energi terbarukan. Bukan tanpa alasan: material ini menawarkan peluang panel yang lebih ringan, proses pembuatan yang lebih sederhana, dan bahkan bisa dikombinasikan dengan silikon—bahan yang selama ini mendominasi industri panel surya.
Jika panel surya konvensional identik dengan modul kaku dan relatif berat, perovskite membuka kemungkinan desain yang lebih fleksibel dan beragam. Dalam beberapa tahun terakhir, riset perovskite melesat karena efisiensinya terus meningkat, sementara biaya produksi berpotensi lebih kompetitif dibanding teknologi silikon murni.
Apa Itu Perovskite dan Mengapa Jadi Sorotan?
Perovskite sebenarnya merujuk pada struktur kristal tertentu. Dalam konteks panel surya, istilah “perovskite” biasanya mengacu pada material semikonduktor berbasis halida logam yang memiliki kemampuan menyerap cahaya dengan sangat baik.
Yang membuatnya menarik, perovskite dapat dibentuk menjadi lapisan tipis (thin film). Lapisan tipis ini cukup efektif menangkap cahaya matahari dan mengubahnya menjadi listrik, sehingga panel bisa dibuat lebih ringan dibanding modul silikon yang umumnya menggunakan wafer tebal dan kaca pelindung yang berat.
Keunggulan Panel Surya Perovskite
Teknologi ini menawarkan sejumlah nilai tambah yang membuat banyak pihak—peneliti, produsen, hingga investor—meliriknya sebagai kandidat kuat panel surya generasi berikutnya.
1) Lebih ringan dan berpotensi fleksibel
Salah satu poin paling sering dibahas adalah bobotnya. Karena bisa dibuat dalam bentuk film tipis, panel surya berbasis perovskite dapat dirancang lebih ringan. Dalam aplikasi tertentu, bobot yang lebih ringan bisa berarti instalasi lebih mudah dan kebutuhan struktur penyangga lebih sederhana.
2) Proses pembuatan lebih sederhana
Dibandingkan proses pembuatan sel surya silikon yang membutuhkan tahapan manufaktur presisi tinggi (termasuk pemurnian silikon dan pembentukan wafer), perovskite berpotensi diproduksi dengan proses yang lebih ringkas. Dalam beberapa pendekatan, material ini dapat “dilapiskan” di atas substrat tertentu melalui teknik yang mirip pencetakan atau pelapisan (coating).
Jika teknologi manufakturnya matang, kesederhanaan proses ini membuka peluang penurunan biaya produksi dan peningkatan skala produksi.
3) Bisa digabungkan dengan silikon (tandem solar cell)
Keunggulan paling strategis lainnya: perovskite dapat dikombinasikan dengan silikon yang sudah mapan di industri. Konsep ini sering disebut tandem atau stacked solar cell, yaitu menumpuk dua material penyerap cahaya agar masing-masing menangkap spektrum cahaya yang berbeda.
Dengan kata lain, silikon tidak harus “ditinggalkan”. Justru, perovskite bisa menjadi lapisan tambahan untuk membantu mendorong efisiensi sistem secara keseluruhan. Ini penting karena industri sudah memiliki rantai pasok silikon yang matang; perovskite dapat masuk sebagai peningkatan performa, bukan pengganti total.
Bagaimana Cara Kerjanya Mengubah Industri Panel Surya?
Panel surya konvensional selama ini bertumpu pada silikon sebagai bahan utama. Teknologi perovskite mengubah peta persaingan karena menghadirkan opsi material dengan karakter berbeda: lebih tipis, lebih ringan, dan lebih mudah diproses.
Dampaknya bukan cuma soal “panel jadi lebih efisien”, tetapi juga soal model produksi dan desain produk. Jika modul bisa dibuat lebih tipis dan ringan, potensi penerapannya meluas, misalnya pada:
- Atap bangunan yang memiliki batas beban struktur tertentu.
- Permukaan melengkung atau desain arsitektur yang membutuhkan modul lebih adaptif.
- Aplikasi portabel yang mengutamakan rasio daya terhadap berat.
Tantangan yang Masih Dikejar Peneliti
Meski menjanjikan, panel surya perovskite masih menghadapi sejumlah tantangan sebelum benar-benar dominan di pasar. Isu yang sering muncul adalah stabilitas dan ketahanan jangka panjang, terutama terhadap kelembapan, panas, dan paparan UV.
Karena itu, banyak riset berfokus pada pengembangan lapisan pelindung (encapsulation), formula material yang lebih stabil, serta proses produksi yang konsisten untuk menjaga kualitas di skala industri.
Potensi Masa Depan: Dari Laboratorium ke Produk Massal
Tren paling menarik adalah kemajuan cepat dari sisi efisiensi dan desain perangkat. Ketika perovskite dipasangkan dengan silikon dalam sel tandem, peluang untuk menghasilkan keluaran daya lebih besar dari luas panel yang sama menjadi semakin realistis.
Jika tantangan stabilitas dan manufaktur dapat teratasi, teknologi ini berpotensi mempercepat adopsi energi surya—baik melalui penurunan biaya, peningkatan efisiensi, maupun perluasan penggunaan di berbagai skenario instalasi.
Kesimpulan
Panel surya perovskite menawarkan kombinasi menarik: lebih ringan, proses pembuatan yang lebih sederhana, dan kompatibel untuk digabungkan dengan silikon yang sudah umum digunakan. Inilah alasan mengapa perovskite dianggap sebagai terobosan yang bisa mengubah cara kerja—dan cara kita memproduksi—panel surya di masa depan.
Seiring riset dan industrialisasi berkembang, kita kemungkinan akan melihat perovskite tidak hanya sebagai “teknologi baru”, tetapi sebagai bagian nyata dari solusi energi bersih yang lebih efisien dan terjangkau.

