Posko Kesehatan Banjir Bengkulu Dibuka Pemkot

Posko Kesehatan Banjir Bengkulu Dibuka Pemkot

Posko kesehatan banjir Bengkulu mulai dibuka Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu di sejumlah titik terdampak untuk memastikan warga mendapatkan layanan medis cepat, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan pemeriksaan kesehatan pascabanjir, mulai dari keluhan gatal-gatal, diare, hingga demam.

Pendirian posko pelayanan kesehatan ini menjadi bagian dari respons darurat Pemkot Bengkulu bersama jajaran puskesmas dan tenaga kesehatan. Selain pemeriksaan dan pengobatan, petugas juga memberikan edukasi singkat mengenai kebersihan lingkungan, keamanan air minum, serta pencegahan penyakit yang sering muncul setelah banjir.

Pemkot Bengkulu siagakan layanan kesehatan di lokasi terdampak

Dalam situasi banjir, masalah kesehatan sering kali datang bukan hanya saat air menggenang, tetapi justru setelahnya. Genangan yang kotor, sampah yang terbawa arus, hingga air bersih yang sulit diakses dapat memicu berbagai penyakit. Karena itu, Pemkot Bengkulu mendirikan posko di beberapa lokasi yang dinilai paling membutuhkan layanan cepat.

Posko kesehatan biasanya ditempatkan di area yang mudah dijangkau warga, misalnya dekat lokasi pengungsian, fasilitas umum, atau titik kumpul masyarakat. Dengan begitu, warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh saat membutuhkan bantuan medis.

Jenis layanan yang tersedia di posko kesehatan

Posko yang disiapkan Pemkot Bengkulu pada umumnya melayani kebutuhan dasar kesehatan untuk kondisi darurat. Fokusnya adalah pertolongan cepat, penanganan keluhan umum, dan rujukan apabila ditemukan gejala berat.

  • Pemeriksaan kesehatan dasar (tekanan darah, suhu, keluhan umum).
  • Pengobatan untuk keluhan ringan hingga sedang.
  • Layanan pertolongan pertama untuk luka kecil atau iritasi kulit.
  • Rujukan ke puskesmas/rumah sakit bila diperlukan.
  • Edukasi kesehatan lingkungan untuk mencegah penyakit pascabanjir.

Penyakit yang sering muncul pascabanjir

Banjir membawa risiko kesehatan yang khas. Air yang tercemar dapat menjadi media penyebaran kuman, sementara kondisi lembap mempercepat munculnya masalah kulit dan infeksi. Karena itu, keberadaan posko kesehatan menjadi penting untuk deteksi dini dan penanganan cepat.

Keluhan yang paling sering ditangani

  • Penyakit kulit: gatal-gatal, dermatitis, infeksi jamur karena sering kontak dengan air kotor.
  • Diare dan gangguan pencernaan: akibat konsumsi air/ makanan yang terkontaminasi.
  • ISPA: dipicu cuaca ekstrem, kelelahan, serta lingkungan pengungsian yang padat.
  • Demam: bisa berkaitan dengan infeksi umum, termasuk risiko penyakit yang ditularkan nyamuk.
  • Keluhan pada kelompok rentan: dehidrasi pada balita, tekanan darah pada lansia, dan pemeriksaan ibu hamil.

Petugas kesehatan biasanya juga mengingatkan warga untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami tanda bahaya seperti demam tinggi lebih dari dua hari, diare disertai darah, sesak napas, atau luka yang makin bengkak dan bernanah.

Imbauan penting untuk warga: air bersih, kebersihan, dan kewaspadaan

Selain pengobatan, edukasi menjadi bagian penting dari layanan posko. Pasalnya, pencegahan jauh lebih efektif daripada mengobati saat wabah sudah terjadi. Pemkot Bengkulu mengarahkan masyarakat agar menjaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama di sekitar tempat tinggal dan lokasi pengungsian.

Langkah sederhana yang disarankan

  • Gunakan air bersih untuk minum dan memasak; bila ragu, rebus hingga mendidih.
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
  • Hindari kontak lama dengan genangan air, terutama bila ada luka terbuka.
  • Gunakan alas kaki saat beraktivitas untuk mengurangi risiko infeksi.
  • Bersihkan rumah bertahap setelah banjir surut; buang sampah dan keringkan area lembap.
  • Waspadai nyamuk dengan membersihkan wadah air tergenang dan memakai kelambu/repelan.

Koordinasi lintas pihak untuk respons darurat

Pembukaan posko kesehatan biasanya melibatkan koordinasi lintas sektor, mulai dari puskesmas, kelurahan, relawan, hingga unsur penanggulangan bencana. Tujuannya agar layanan tidak tumpang tindih dan bantuan bisa menyasar warga yang paling membutuhkan.

Di lapangan, posko juga berfungsi sebagai titik pemantauan. Ketika petugas menemukan tren penyakit tertentu meningkat, laporan dapat segera diteruskan agar dilakukan langkah pencegahan yang lebih luas, seperti penyuluhan tambahan, distribusi kebutuhan kebersihan, atau penguatan layanan rujukan.

Cara memanfaatkan posko kesehatan dengan efektif

Agar layanan berjalan optimal, warga diimbau tidak menunda pemeriksaan. Keluhan yang terlihat sepele sering kali memburuk jika dibiarkan, terutama pada anak-anak dan lansia. Bagi warga yang sedang mengungsi, penting juga membawa informasi dasar kesehatan seperti riwayat penyakit, obat rutin, dan identitas.

  • Datang lebih awal bila memungkinkan untuk menghindari antrean.
  • Sampaikan gejala secara jelas (sejak kapan, seberapa sering, ada pemicu atau tidak).
  • Jika memiliki penyakit kronis, informasikan obat yang biasa dikonsumsi.
  • Ikuti anjuran petugas terkait kontrol ulang atau rujukan.

Penutup

Langkah Pemkot Bengkulu membuka posko kesehatan di wilayah terdampak banjir menjadi upaya konkret melindungi warga dari dampak lanjutan bencana, khususnya ancaman penyakit pascabanjir. Dengan memanfaatkan layanan yang tersedia dan menerapkan pola hidup bersih, masyarakat diharapkan dapat pulih lebih cepat dan terhindar dari risiko kesehatan yang lebih berat.