Seminar Kesehatan Jiwa Anak di Padang oleh RSJ Yaunin

Seminar Kesehatan Jiwa Anak di Padang oleh RSJ Yaunin

Seminar kesehatan jiwa anak di Padang akan digelar oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Yaunin melalui agenda edukatif bertajuk “The Mind & Nerve Shield” pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi ruang belajar bersama untuk orang tua, guru, dan masyarakat guna memperkuat perlindungan kesehatan mental anak—terutama dalam menghadapi isu bullying serta risiko penyalahgunaan NAPZA.

Di tengah makin terbukanya akses informasi dan pergaulan anak, tantangan kesehatan jiwa tidak lagi bisa dianggap sepele. Bullying bisa terjadi di sekolah, lingkungan bermain, bahkan merembet ke ranah digital. Sementara itu, paparan rokok, alkohol, dan zat adiktif lain kian mudah ditemui. Seminar ini hadir sebagai langkah preventif: membekali pihak-pihak terdekat anak dengan pengetahuan yang aplikatif dan mudah dipahami.

RSJ Dr. Yaunin siapkan edukasi terpadu untuk keluarga dan sekolah

RSJ Dr. Yaunin dikenal sebagai salah satu institusi layanan kesehatan jiwa yang aktif menguatkan edukasi publik. Melalui seminar “The Mind & Nerve Shield”, rumah sakit ini ingin mendorong pemahaman bahwa kesehatan jiwa anak tidak hanya terkait emosi, tetapi juga berkaitan dengan sistem saraf, pola asuh, lingkungan sosial, hingga kebiasaan sehari-hari.

Dengan format seminar, peserta diharapkan mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang bagaimana mengenali tanda awal masalah kesehatan mental, cara merespons perilaku anak yang berubah, dan strategi membangun komunikasi yang aman serta suportif.

Kenapa tema bullying dan bahaya NAPZA jadi sorotan?

Bullying dan NAPZA sering kali menjadi pintu masuk berbagai masalah psikologis pada anak dan remaja. Keduanya bisa berdampak jangka panjang, baik pada prestasi akademik, hubungan sosial, maupun pembentukan identitas diri.

Bullying: dampaknya tidak selalu terlihat

Korban bullying tidak selalu langsung menunjukkan tanda yang jelas. Ada anak yang menjadi pendiam, menarik diri, mudah marah, atau mendadak menolak sekolah. Pada beberapa kasus, bullying dapat memicu kecemasan, depresi, gangguan tidur, bahkan pikiran menyakiti diri.

Selain korban, pelaku bullying juga perlu mendapat perhatian. Perilaku agresif bisa menjadi sinyal adanya pola asuh yang kurang tepat, kesulitan regulasi emosi, atau masalah di lingkungan rumah.

NAPZA: risiko meningkat saat pengawasan longgar

Bahaya penyalahgunaan NAPZA tidak selalu dimulai dari zat “keras”. Banyak kasus berawal dari rasa ingin tahu, tekanan teman sebaya, atau cara pelarian dari stres. Ketika anak tidak punya ruang aman untuk bercerita, mereka cenderung mencari pelampiasan yang berisiko.

Melalui seminar ini, publik diharapkan lebih peka terhadap tanda awal penyalahgunaan, sekaligus memahami pendekatan yang tidak menghakimi agar anak mau terbuka.

Apa yang bisa dipelajari dari seminar “The Mind & Nerve Shield”?

Meski detail agenda dan materi lengkap biasanya diumumkan panitia mendekati hari H, tema besar seminar ini mengarah pada penguatan “tameng” mental dan saraf anak. Secara umum, peserta dapat mengantisipasi pembahasan seputar:

  • Pengenalan kesehatan jiwa anak: apa itu sehat mental, dan bagaimana indikatornya pada anak usia sekolah hingga remaja.
  • Deteksi dini: tanda-tanda anak mengalami stres, cemas, trauma, atau tekanan sosial.
  • Pencegahan bullying: membangun budaya saling menghargai, strategi komunikasi di kelas/rumah, serta langkah saat anak menjadi korban atau pelaku.
  • Edukasi bahaya NAPZA: faktor risiko, pengaruh lingkungan pergaulan, dan cara membangun ketahanan diri anak.
  • Peran keluarga dan sekolah: kolaborasi orang tua–guru untuk menciptakan sistem dukungan yang konsisten.

Siapa yang sebaiknya ikut seminar ini?

Seminar kesehatan jiwa anak seperti ini idealnya diikuti oleh siapa pun yang terlibat dalam tumbuh kembang anak. Tidak harus berlatar belakang kesehatan.

  • Orang tua dan wali yang ingin memahami pola komunikasi sehat, disiplin positif, dan cara menghadapi perubahan perilaku anak.
  • Guru dan tenaga kependidikan yang bersentuhan langsung dengan dinamika sosial anak di sekolah.
  • Konselor, pegiat komunitas, dan pengurus organisasi pemuda yang sering menangani kegiatan remaja.
  • Masyarakat umum yang ingin lebih paham isu kesehatan mental anak dan remaja di lingkungan sekitar.

Harapan dari kegiatan: edukasi yang berujung aksi

Seminar bukan sekadar acara seremonial. Jika berjalan efektif, edukasi publik semacam ini bisa memicu perubahan konkret: sekolah lebih siap menangani perundungan, orang tua lebih peka terhadap tanda masalah psikologis, dan anak merasa punya tempat aman untuk bercerita.

Dengan langkah pencegahan yang tepat, kasus bullying bisa ditekan, dan risiko anak terpapar NAPZA dapat diminimalkan sejak dini. Padang pun diharapkan memiliki ekosistem yang makin ramah anak—baik secara fisik maupun mental.

Jadwal pelaksanaan

RSJ Dr. Yaunin menjadwalkan seminar “The Mind & Nerve Shield” berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026. Untuk informasi teknis seperti lokasi detail, pendaftaran, dan narasumber, masyarakat dapat memantau pengumuman resmi dari pihak RSJ Dr. Yaunin atau kanal informasi terkait kegiatan.

Di saat isu kesehatan mental anak makin relevan, agenda seperti ini layak dimanfaatkan. Semakin cepat kita memahami, semakin besar peluang anak tumbuh dengan mental yang kuat, aman dari perundungan, dan terlindungi dari bahaya NAPZA.