Vaksinasi hewan Jogja 2026 resmi digelar oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta sepanjang tahun ini. Program ini menyasar pencegahan rabies, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta berbagai penyakit pada unggas. Target besarnya jelas: menjaga Jogja tetap berstatus kota yang bebas penyakit hewan strategis dan menekan risiko penularan dari hewan ke manusia.
Langkah ini penting karena mobilitas hewan peliharaan, ternak, hingga lalu lintas produk hewan di wilayah perkotaan cukup tinggi. Di sisi lain, kesadaran pemilik hewan untuk vaksin rutin juga masih perlu terus didorong. Maka, DPP hadir dengan vaksinasi terjadwal agar perlindungan kesehatan hewan di Kota Jogja lebih merata.
Kenapa vaksinasi hewan digelar sepanjang 2026?
Vaksinasi bukan sekadar agenda seremonial. Dilakukan sepanjang tahun, program ini memberi ruang untuk menjangkau lebih banyak hewan, mengakomodasi jadwal pemilik, dan menyesuaikan dengan dinamika kasus penyakit hewan yang bisa muncul kapan saja.
Secara umum, vaksinasi rutin membantu membangun kekebalan populasi (herd immunity) pada hewan. Ketika cakupan vaksin tinggi, potensi wabah dapat ditekan, termasuk risiko penyebaran penyakit dari wilayah lain yang masuk melalui lalu lintas hewan atau perdagangan.
Fokus utama: Rabies, PMK, dan penyakit unggas
DPP Kota Jogja menitikberatkan program vaksinasi pada penyakit-penyakit yang berstatus strategis karena dampaknya besar terhadap kesehatan masyarakat, ekonomi peternak, serta keamanan pangan.
1) Vaksinasi rabies
Rabies adalah penyakit zoonosis mematikan yang dapat menular dari hewan ke manusia, umumnya melalui gigitan. Vaksin rabies pada anjing, kucing, dan hewan penular rabies (HPR) lain menjadi pilar utama pencegahan.
- Melindungi hewan peliharaan dari infeksi rabies.
- Menurunkan risiko penularan ke manusia.
- Membantu menjaga status wilayah tetap terkendali terhadap rabies.
2) Vaksinasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku)
PMK menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, dan domba. Walau tidak dikenal sebagai ancaman besar bagi manusia, PMK berdampak signifikan pada produktivitas ternak, pergerakan hewan, dan ekonomi peternakan.
- Mengurangi risiko penularan di kandang dan lingkungan sekitar.
- Menjaga produktivitas ternak dan keberlanjutan usaha peternak.
- Menekan potensi pembatasan lalu lintas hewan akibat kejadian PMK.
3) Pencegahan penyakit unggas
Penyakit pada unggas dapat memukul sektor peternakan rakyat, terutama jika menyebar cepat di populasi. Program vaksinasi dan penguatan biosekuriti menjadi cara efektif untuk mengurangi kejadian penyakit dan menjaga pasokan pangan asal unggas tetap aman.
- Menekan angka kesakitan dan kematian pada unggas.
- Mengurangi kerugian ekonomi peternak dan pelaku usaha.
- Mendukung stabilitas ketersediaan produk unggas.
Sasaran program dan siapa yang sebaiknya ikut
Program ini pada dasarnya menyasar hewan peliharaan dan hewan ternak yang berada di wilayah Kota Yogyakarta, termasuk yang berpotensi menjadi sumber penularan penyakit. Pemilik hewan dianjurkan proaktif mengikuti jadwal dan arahan petugas.
Beberapa kelompok yang sangat disarankan ikut serta antara lain:
- Pemilik anjing dan kucing (untuk vaksin rabies).
- Peternak sapi/kambing/domba skala rumah tangga (untuk PMK).
- Peternak unggas kecil-menengah dan pelaku usaha unggas (untuk pencegahan penyakit unggas).
Manfaat langsung bagi warga dan kota
Selain melindungi hewan, vaksinasi juga membawa dampak positif bagi kehidupan perkotaan. Hewan yang sehat berarti risiko gangguan kesehatan publik menurun, biaya pengobatan bisa ditekan, dan potensi konflik sosial akibat hewan sakit/menular juga berkurang.
- Kesehatan masyarakat lebih aman karena risiko zoonosis menurun.
- Ketahanan pangan lebih terjaga karena produksi ternak stabil.
- Status bebas penyakit hewan strategis lebih mudah dipertahankan.
- Kualitas hidup pemilik hewan meningkat karena hewan lebih terlindungi.
Tips agar vaksinasi hewan berjalan lancar
Agar proses vaksinasi efektif, pemilik hewan perlu menyiapkan beberapa hal sederhana. Ini membantu petugas bekerja lebih cepat dan membuat hewan lebih nyaman.
- Pastikan hewan dalam kondisi sehat saat akan divaksin.
- Gunakan kandang, tali, atau carrier agar hewan tidak stres dan aman.
- Siapkan data dasar hewan (jenis, umur, riwayat vaksin bila ada).
- Ikuti arahan petugas terkait jadwal vaksin ulang bila diperlukan.
- Perkuat kebersihan kandang dan lingkungan (biosekuriti) setelah vaksinasi.
Penutup
Program vaksinasi hewan Jogja 2026 menjadi langkah preventif penting untuk menjaga kota tetap aman dari rabies, PMK, dan penyakit unggas. Dengan partisipasi aktif pemilik hewan dan dukungan petugas lapangan, upaya mempertahankan status bebas penyakit hewan strategis bukan sekadar target di atas kertas, melainkan perlindungan nyata untuk kesehatan publik dan keberlanjutan peternakan di Kota Yogyakarta.

