Workshop Mindfulness Perawat Jiwa di Jogja Cegah Burnout

Workshop Mindfulness Perawat Jiwa di Jogja Cegah Burnout

Workshop mindfulness perawat jiwa digelar di Yogyakarta sebagai upaya menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan sekaligus mencegah burnout yang kerap menghantui profesi perawat jiwa. Kegiatan ini diinisiasi Komunitas Mindfullife bersama IPKJI (Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia) DIY, dengan fokus memperkenalkan teknik sederhana yang bisa dipraktikkan di tengah ritme kerja yang padat.

Di lapangan, perawat jiwa bukan hanya berhadapan dengan beban kerja administratif dan shift panjang, tetapi juga tantangan emosional saat mendampingi pasien serta keluarga. Karena itu, workshop ini hadir sebagai ruang aman untuk belajar mengelola stres, menata perhatian, dan memulihkan energi mental dengan cara yang realistis—bukan sekadar teori.

Kenapa Perawat Jiwa Rentan Burnout?

Burnout pada tenaga kesehatan bisa muncul perlahan. Awalnya merasa lelah biasa, lalu berkembang menjadi kelelahan emosional, sinisme terhadap pekerjaan, hingga menurunnya rasa pencapaian diri. Pada konteks layanan kesehatan jiwa, kondisi ini sering lebih kompleks karena perawat turut terpapar dinamika psikologis pasien setiap hari.

Beberapa faktor yang membuat perawat jiwa rentan burnout antara lain:

  • Emotional labor tinggi: harus tetap tenang dan empatik dalam situasi yang menantang.
  • Tekanan shift dan beban kerja: jam kerja panjang mengganggu ritme istirahat.
  • Risiko konflik: menghadapi perilaku pasien yang fluktuatif atau situasi krisis.
  • Keterbatasan dukungan: tidak semua tempat kerja memiliki program dukungan psikologis rutin.

Lewat pelatihan mindfulness, peserta diajak mengenali tanda-tanda stres lebih dini sehingga bisa melakukan intervensi kecil sebelum burnout menjadi berat.

Apa Itu Mindfulness dan Kenapa Relevan?

Mindfulness secara sederhana adalah keterampilan untuk hadir penuh pada momen saat ini—menyadari apa yang dirasakan tubuh, emosi, serta pikiran tanpa menghakimi. Praktik ini bukan “mengosongkan pikiran”, melainkan melatih kemampuan memperhatikan dan merespons dengan lebih sadar.

Bagi perawat jiwa, mindfulness relevan karena dapat membantu:

  • Menurunkan stres harian melalui latihan napas dan kesadaran tubuh.
  • Meningkatkan regulasi emosi saat menghadapi situasi sulit di ruang perawatan.
  • Memperkuat empati tanpa ikut tenggelam dalam emosi pasien (compassion fatigue).
  • Meningkatkan kualitas istirahat dengan rutinitas relaksasi yang konsisten.

Workshop di Jogja: Kolaborasi Mindfullife dan IPKJI DIY

Workshop yang digelar di Jogja ini menjadi bentuk kolaborasi antara Komunitas Mindfullife dan IPKJI DIY dalam menghadirkan pendekatan promotif-preventif bagi perawat kesehatan jiwa. Alih-alih menunggu masalah membesar, kegiatan ini menempatkan kesehatan mental perawat sebagai prioritas yang perlu dirawat sejak awal.

Dalam suasana workshop yang interaktif, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak mencoba latihan mindfulness yang bisa diterapkan kapan saja: sebelum memulai shift, saat jeda singkat di ruang perawat, bahkan setelah menghadapi interaksi yang menguras emosi.

Materi yang Umumnya Dibahas dalam Workshop Mindfulness

Meski detail sesi dapat berbeda, workshop mindfulness untuk perawat biasanya mencakup beberapa topik berikut:

  • Pengenalan mindfulness dan kaitannya dengan stres kerja di layanan kesehatan.
  • Latihan pernapasan sadar (breathing practice) untuk menenangkan sistem saraf.
  • Body scan untuk mengenali ketegangan fisik yang sering diabaikan.
  • Mindful pause: berhenti 1 menit sebelum merespons situasi pemicu.
  • Teknik grounding untuk kembali fokus saat pikiran “lari” karena tekanan kerja.

Latihan Sederhana yang Bisa Dicoba Perawat Jiwa

Mindfulness tidak harus dilakukan lama. Yang terpenting adalah konsisten dan sesuai kondisi kerja. Berikut beberapa latihan singkat yang bisa dicoba:

1) Napas 3 Hitungan

Tarik napas perlahan 3 hitungan, tahan sejenak, hembuskan 3 hitungan. Ulangi 3–5 kali. Latihan ini cocok dilakukan sebelum masuk ruangan pasien atau setelah situasi menegangkan.

2) Grounding 5-4-3-2-1

Sadari 5 hal yang terlihat, 4 hal yang bisa diraba, 3 hal yang terdengar, 2 hal yang tercium, 1 hal yang terasa di mulut. Ini membantu mengembalikan fokus ke momen kini.

3) Check-in Emosi 30 Detik

Tanya diri sendiri: “Apa yang saya rasakan sekarang?” Tidak perlu mengubahnya, cukup beri nama (misalnya: lelah, tegang, cemas). Memberi label emosi sering membantu menurunkan intensitasnya.

Dampak yang Diharapkan: Lebih Sehat, Layanan Makin Berkualitas

Ketika perawat jiwa memiliki keterampilan untuk merawat dirinya, dampaknya tidak berhenti pada individu. Kualitas layanan juga ikut terdongkrak: komunikasi lebih tenang, keputusan klinis lebih jernih, dan relasi terapeutik dengan pasien menjadi lebih stabil.

Workshop seperti ini juga dapat memperkuat budaya kerja yang lebih suportif—bahwa membicarakan kesehatan mental bukan tanda lemah, melainkan bagian dari profesionalisme.

Penutup

Workshop mindfulness untuk perawat jiwa di Jogja yang digelar Komunitas Mindfullife bersama IPKJI DIY menjadi langkah konkret untuk mencegah burnout sekaligus meningkatkan kesehatan mental tenaga kesehatan jiwa. Di tengah tantangan kerja yang berat, mindfulness menawarkan cara sederhana namun berdampak: hadir sejenak, menyadari diri, lalu merespons dengan lebih sadar.

Bila kegiatan serupa diperluas dan dilakukan rutin, bukan tidak mungkin upaya pencegahan burnout pada perawat jiwa bisa menjadi gerakan bersama—mulai dari komunitas, organisasi profesi, hingga institusi layanan kesehatan.