John Herdman pantau latihan Persija mendadak jadi sorotan setelah pelatih Timnas Indonesia itu hadir langsung di Persija Training Ground, Bojongsari, pada Selasa (27/1/2026). Kehadirannya memantik rasa penasaran: apa yang sebenarnya dicari Herdman dari sesi latihan Macan Kemayoran?
Di tengah jadwal kompetisi yang padat, momen pelatih timnas menyambangi latihan klub selalu punya makna khusus. Biasanya, ini terkait pemantauan pemain, pengumpulan informasi teknis, hingga membangun komunikasi dengan pelatih klub agar program timnas berjalan searah dengan kebutuhan pemain.
Alasan John Herdman Datang ke Persija Training Ground
Secara umum, kunjungan pelatih Timnas Indonesia ke latihan klub seperti Persija dapat dibaca sebagai bagian dari proses scouting dan pemetaan skuad. Herdman tentu tidak sekadar “menengok” latihan, melainkan mengamati detail yang kadang tak terlihat di pertandingan.
Latihan di lapangan memperlihatkan hal-hal yang lebih spesifik: kebiasaan pemain saat menerima instruksi, intensitas kerja tanpa bola, cara berkomunikasi, dan kedisiplinan menjalankan taktik. Ini penting karena kebutuhan timnas berbeda dengan klub, terutama dari sisi adaptasi cepat dan chemistry singkat.
Apa yang Mungkin Dicari Herdman dari Persija?
Walau detail agenda tidak selalu diumumkan, ada beberapa aspek yang biasanya menjadi fokus pelatih timnas saat memantau sesi latihan klub:
- Kondisi fisik dan intensitas latihan: Herdman dapat menilai apakah pemain berada dalam performa atletik yang siap untuk level internasional.
- Pemahaman taktik: Cara pemain menjalankan pola latihan, menutup ruang, hingga transisi bertahan-menyerang sering jadi indikator kecerdasan taktik.
- Karakter dan mentalitas: Sikap pemain saat latihan—respon terhadap tekanan, fokus, dan konsistensi—kerap menjadi penentu untuk dipanggil ke timnas.
- Kecocokan dengan kebutuhan posisi: Timnas biasanya mencari profil tertentu, misalnya fullback yang agresif, gelandang yang bisa build-up, atau penyerang yang kuat melakukan pressing.
- Monitoring pemain dalam radar: Bisa jadi ada beberapa nama yang sudah masuk daftar pantauan dan kini perlu diverifikasi langsung.
Latihan Lebih “Jujur” dari Laga? Ini Alasannya
Menonton pertandingan memang penting, tetapi latihan sering memberikan gambaran yang lebih “jujur” soal detail kemampuan. Dalam sesi latihan, pelatih timnas bisa melihat:
- bagaimana pemain mengeksekusi instruksi teknis dalam repetisi,
- kecepatan belajar saat skema berubah,
- kualitas pengambilan keputusan di ruang sempit,
- serta leadership dan komunikasi antarpemain.
Bagi pelatih dengan pendekatan modern, aspek seperti pressing trigger, jarak antarlini, hingga reaksi ketika kehilangan bola, bisa lebih mudah dianalisis saat latihan karena skenario dibuat berulang-ulang.
Sinyal untuk Persija dan Pemain: Pintu Timnas Terbuka
Kehadiran Herdman juga dapat dibaca sebagai sinyal positif bagi Persija. Untuk pemain, ini semacam “panggung diam-diam”—siapa yang tampil profesional, disiplin, dan menonjol bisa mendapatkan peluang lebih besar masuk radar timnas.
Di sisi lain, ini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh skuad. Saat pelatih timnas menonton, standar latihan biasanya ikut naik. Bahkan pemain yang belum jadi langganan timnas pun bisa tertantang menunjukkan perkembangan.
Dampak ke atmosfer tim
Kunjungan figur besar seperti pelatih Timnas Indonesia sering mengubah atmosfer latihan menjadi lebih kompetitif. Intensitas meningkat, duel makin serius, dan para pemain cenderung lebih fokus. Dari kacamata timnas, ini menguntungkan karena Herdman bisa melihat siapa yang tetap stabil performanya ketika ada tekanan ekstra.
Sinergi Timnas dan Klub: Kunci di Tahun Kompetisi
Selain faktor scouting, kunjungan ke klub juga bagian dari membangun sinergi. Timnas membutuhkan komunikasi yang baik dengan klub terkait manajemen menit bermain, pemulihan cedera, sampai penyesuaian program fisik agar pemain tidak overtraining ketika masuk agenda internasional.
Jika komunikasi berjalan rapi, klub pun diuntungkan karena pemain kembali dari timnas dalam kondisi bugar dan punya tambahan pengalaman. Bagi timnas, kesiapan pemain lebih terjaga karena programnya tidak bertabrakan dengan beban latihan klub.
Kesimpulan: Herdman Bukan Sekadar Menonton
Dengan fakta bahwa John Herdman pantau latihan Persija di Bojongsari, perhatian publik wajar meningkat. Kunjungan seperti ini hampir selalu membawa tujuan: memetakan pemain, menilai kesiapan, dan memastikan proses pembentukan Timnas Indonesia berjalan berbasis data lapangan, bukan hanya cuplikan pertandingan.
Yang jelas, bagi pemain Persija, momen ini adalah kesempatan menunjukkan kualitas dan profesionalisme. Dan bagi Persija, ini menjadi bukti bahwa kerja di level klub tetap terhubung dengan kepentingan yang lebih besar: prestasi Timnas Indonesia.

