Api Abadi Mrapen padam dan membuat warga Grobogan sekaligus para pegiat wisata budaya bertanya-tanya: apa yang sebenarnya terjadi pada salah satu ikon alam Jawa Tengah itu? Padamnya api yang selama ini dikenal menyala tanpa henti tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Menindaklanjuti kejadian itu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran di lapangan. Fokus utama tim adalah memastikan penyebab padamnya api serta menilai kondisi sumber gas yang selama ini menjadi “bahan bakar” alami Api Abadi Mrapen.
Kronologi Api Abadi Mrapen Padam
Api Abadi Mrapen dikenal sebagai fenomena alam berupa keluarnya gas dari dalam tanah yang kemudian terbakar dan membentuk nyala api. Namun, dalam kejadian terbaru ini, nyala api dilaporkan berhenti menyala.
Berdasarkan informasi awal yang beredar, padamnya api diduga berkaitan dengan tersumbatnya jalur keluarnya gas oleh material tertentu, salah satunya lumpur. Dugaan ini masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis tim ESDM di lokasi.
Dinas ESDM Jateng Turun Tangan
Dinas ESDM Jawa Tengah tidak tinggal diam. Tim diterjunkan untuk meneliti kondisi area Api Abadi Mrapen, termasuk mengecek kemungkinan adanya sumbatan, perubahan tekanan gas, hingga kondisi tanah di sekitar titik keluarnya gas.
Langkah ini penting karena Api Abadi Mrapen bukan sekadar objek wisata, tetapi juga memiliki nilai historis dan budaya. Selama bertahun-tahun, lokasi ini dikenal masyarakat luas dan kerap dikaitkan dengan berbagai kegiatan adat maupun seremoni tertentu.
Yang Diteliti Tim di Lapangan
Secara umum, pemeriksaan tim teknis bisa mencakup beberapa aspek berikut:
- Pemeriksaan jalur keluarnya gas untuk melihat apakah ada sumbatan lumpur atau material lain.
- Evaluasi tekanan dan aliran gas yang menjadi sumber nyala api.
- Observasi kondisi geologi di sekitar lokasi, termasuk kemungkinan perubahan struktur tanah.
- Pemetaan faktor cuaca dan lingkungan yang mungkin memengaruhi kondisi permukaan tanah.
Kenapa Api Abadi Bisa Padam?
Meski disebut “abadi”, nyala api semacam ini tetap bergantung pada beberapa faktor alam. Jika suplai gas terganggu atau jalur keluarnya tertutup, nyala api bisa mengecil bahkan padam.
Dalam kasus Api Abadi Mrapen, dugaan tersumbatnya lumpur menjadi perhatian. Lumpur dapat menutup celah atau pori-pori tempat gas keluar, sehingga gas tidak mencapai permukaan dalam jumlah cukup untuk mempertahankan nyala api.
Kemungkinan Penyebab yang Umum Terjadi
Berikut beberapa penyebab yang sering dikaitkan dengan padamnya api berbasis gas alam:
- Sumbatan material seperti lumpur, pasir, atau endapan akibat aliran air.
- Perubahan tekanan gas sehingga pasokan gas melemah.
- Curah hujan tinggi yang dapat membawa material dan menutup jalur keluarnya gas.
- Perubahan kondisi tanah di sekitar titik keluarnya gas akibat erosi atau pergeseran kecil.
Dampak bagi Warga dan Wisata
Api Abadi Mrapen selama ini menjadi salah satu destinasi yang sering dikunjungi wisatawan lokal. Ketika nyalanya padam, ada dampak langsung terhadap daya tarik kunjungan, terutama bagi wisatawan yang datang untuk melihat fenomena unik tersebut.
Selain itu, bagi warga sekitar, Mrapen sudah melekat sebagai kebanggaan daerah. Karena itu, kabar padamnya api cepat menyebar dan memunculkan harapan agar nyala api bisa kembali seperti semula.
Langkah yang Bisa Dilakukan Setelah Investigasi
Setelah penyebab dipastikan, langkah penanganan biasanya disesuaikan dengan temuan lapangan. Jika benar terjadi sumbatan lumpur, opsi penanganan dapat mengarah pada pembersihan jalur keluarnya gas atau pengelolaan drainase di sekitar lokasi agar endapan tidak mudah menumpuk.
Namun, tindakan teknis tetap perlu dilakukan secara hati-hati. Area keluarnya gas berhubungan dengan kondisi geologi setempat, sehingga penanganan yang tepat harus mempertimbangkan aspek keselamatan, stabilitas tanah, dan kelestarian lokasi.
Penutup
Peristiwa Api Abadi Mrapen padam menjadi perhatian karena menyangkut ikon alam dan budaya di Grobogan. Dengan diterjunkannya tim Dinas ESDM Jawa Tengah untuk meneliti penyebabnya, publik kini menunggu hasil pemeriksaan dan langkah penanganan yang paling tepat.
Jika penyebabnya memang sumbatan lumpur, ada peluang besar nyala api dapat dipulihkan setelah penanganan teknis dilakukan. Sementara itu, masyarakat diimbau menunggu informasi resmi hasil investigasi agar tidak terjebak spekulasi.

