Digitalisasi pajak daerah Pariaman kini memasuki babak baru. Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menjalin kerja sama dengan NDS untuk mengelola pajak daerah secara lebih modern melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk pengelolaan PBJT berbasis AI (kecerdasan buatan) serta integrasi berbagai solusi layanan. Langkah ini diarahkan untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan proses yang lebih cepat, tertib, dan transparan.
Latar Belakang Kerja Sama Pemko Pariaman dan NDS
Pajak daerah menjadi salah satu tulang punggung PAD, karena dana yang terkumpul akan kembali ke masyarakat melalui program pembangunan dan pelayanan publik. Dalam praktiknya, pengelolaan pajak sering menghadapi tantangan klasik: pencatatan manual, data yang tersebar, proses pelaporan yang lambat, hingga potensi kebocoran penerimaan karena keterbatasan pemantauan.
Melalui kerja sama dengan NDS, Pemko Pariaman ingin memperkuat sistem pemungutan dan pengawasan pajak daerah dengan pendekatan digital end-to-end. Artinya, proses dari pendataan, penetapan, pembayaran, hingga pelaporan dan analitik dapat terhubung dalam satu ekosistem yang sama.
Apa Itu PBJT dan Kenapa Penting untuk PAD?
PBJT (Pajak Barang dan Jasa Tertentu) adalah salah satu jenis pajak daerah yang umumnya berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi harian. Karena bersinggungan langsung dengan transaksi dan layanan, PBJT memiliki potensi besar untuk menjadi sumber PAD yang stabil jika dikelola dengan baik.
Namun, potensi itu juga menuntut sistem yang rapi. Tanpa dukungan teknologi, pemda bisa kesulitan memetakan wajib pajak secara akurat, memantau kepatuhan, serta membaca tren penerimaan secara real time. Di sinilah digitalisasi berperan penting.
Peran AI dalam Pengelolaan PBJT
Salah satu poin menarik dari kerja sama ini adalah pemanfaatan AI untuk membantu pengelolaan PBJT. Secara praktis, AI dapat dipakai untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, bukan sekadar mengandalkan rekap manual atau laporan periodik.
Manfaat AI yang Bisa Dirasakan Pemda
- Analisis pola penerimaan untuk melihat tren pajak dari waktu ke waktu.
- Deteksi anomali transaksi yang bisa menjadi indikasi ketidakwajaran pelaporan.
- Pemetaan potensi pajak berdasarkan data sektor usaha dan wilayah.
- Rekomendasi pengawasan agar petugas bisa memprioritaskan area atau wajib pajak dengan risiko rendah-kepatuhan.
Dengan kata lain, AI membantu pemda bekerja lebih presisi. Bukan semata menambah beban administratif, melainkan mengubah cara kerja menjadi lebih efisien.
Integrasi Solusi Digital: Dari Pembayaran sampai Pelaporan
Selain AI, kerja sama Pemko Pariaman dan NDS menekankan pentingnya integrasi. Digitalisasi tidak cukup jika hanya mengganti proses manual menjadi aplikasi terpisah-pisah. Yang dibutuhkan adalah konektivitas antar sistem agar data mengalir secara konsisten.
Contoh Area yang Bisa Diintegrasikan
- Database wajib pajak yang selalu diperbarui dan mudah ditelusuri.
- Kanal pembayaran digital untuk memudahkan wajib pajak membayar tepat waktu.
- Dashboard monitoring bagi pemda untuk memantau penerimaan harian/mingguan.
- Pelaporan otomatis yang mempercepat penyusunan laporan keuangan dan evaluasi kinerja.
Integrasi seperti ini biasanya berdampak pada dua hal sekaligus: meningkatkan pengalaman wajib pajak (lebih mudah, tidak ribet) dan meningkatkan kontrol pemda (lebih terukur, minim celah).
Dampak yang Diharapkan: PAD Naik, Layanan Makin Baik
Tujuan akhir dari modernisasi ini tentu bukan sekadar “pajak berbasis aplikasi”, tetapi peningkatan PAD yang sehat dan berkelanjutan. Ketika sistem makin transparan dan mudah diakses, kepatuhan wajib pajak cenderung meningkat. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki alat untuk memastikan setiap potensi penerimaan tercatat dengan benar.
PAD yang meningkat akan membuka ruang fiskal lebih luas bagi Pemko Pariaman untuk memperkuat layanan publik. Mulai dari infrastruktur, kebersihan dan penataan kota, pengembangan pariwisata, hingga peningkatan kualitas pelayanan administrasi masyarakat.
Tantangan dan Kunci Keberhasilan Digitalisasi Pajak
Meski menjanjikan, transformasi digital pajak daerah tetap membutuhkan eksekusi yang disiplin. Beberapa kunci keberhasilan yang biasanya menentukan antara lain:
- Kualitas data: data wajib pajak dan objek pajak harus valid, bersih, dan konsisten.
- Sosialisasi: wajib pajak perlu dipandu agar familiar dengan kanal digital.
- Kesiapan SDM: petugas perlu pelatihan untuk mengoperasikan sistem dan membaca dashboard analitik.
- Keamanan informasi: sistem harus melindungi data dan transaksi dari risiko kebocoran atau penyalahgunaan.
Jika aspek-aspek ini dijalankan dengan baik, kerja sama Pemko Pariaman dan NDS berpotensi menjadi contoh bagaimana digitalisasi dapat memperkuat tata kelola pajak sekaligus meningkatkan PAD secara nyata.
Penutup
Kerja sama Pemko Pariaman dengan NDS dalam pengelolaan PBJT berbasis AI dan integrasi solusi digital menandai langkah strategis menuju tata kelola pajak yang modern. Dengan digitalisasi pajak daerah Pariaman, pemerintah berharap penerimaan lebih optimal, proses lebih transparan, dan masyarakat merasakan dampak positifnya melalui layanan publik yang semakin baik.

