Diskon tarif peti kemas Tanjung Priok kembali menjadi kabar baik bagi pelaku logistik dan pengguna jasa pelabuhan. PT Pelindo (Persero) memperpanjang kebijakan diskon tarif dasar penumpukan (storage) sebesar 60% di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, hingga 9 Januari 2026. Langkah ini ditujukan untuk memudahkan proses pengambilan barang dan peti kemas, sekaligus menjaga kelancaran arus logistik pada periode ramai Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Dalam musim puncak seperti akhir tahun, aktivitas bongkar muat biasanya meningkat, lalu lintas truk bertambah, dan kepadatan di area pelabuhan berpotensi terjadi. Karena itu, kebijakan diskon dari Pelindo ini menjadi salah satu insentif agar pemilik barang bisa lebih cepat melakukan pengeluaran peti kemas dari pelabuhan dan mengurangi potensi penumpukan.
Diskon 60% Penumpukan Diperpanjang hingga 9 Januari 2026
Perpanjangan diskon tarif dasar penumpukan ini mempertegas komitmen Pelindo untuk menjaga layanan tetap lancar di tengah lonjakan aktivitas logistik. Dengan adanya diskon, biaya yang biasanya menjadi beban tambahan ketika peti kemas tertahan di lapangan penumpukan bisa ditekan.
Secara umum, biaya penumpukan (storage) akan meningkat seiring lamanya peti kemas berada di area pelabuhan. Maka, diskon 60% pada tarif dasar penumpukan dapat menjadi “ruang napas” bagi importir, eksportir, perusahaan forwarder, hingga operator transportasi darat untuk mengatur ritme distribusi barang di tengah kepadatan akhir tahun.
Awalnya Berlaku 19–20 Desember 2025
Sebelum diperpanjang hingga 9 Januari 2026, Pelindo sudah lebih dulu memberikan keringanan pelayanan jasa penumpukan barang dan peti kemas pada periode 19–20 Desember 2025. Kebijakan tersebut kemudian dilanjutkan (diperpanjang) agar dampaknya lebih terasa selama periode Nataru yang biasanya berlangsung cukup panjang—bukan hanya pada beberapa hari tertentu.
Dalam praktiknya, arus logistik saat Nataru tidak selalu padat pada tanggal yang sama setiap tahun. Ada faktor jadwal kapal, pola belanja, libur pekerja, hingga pembatasan operasional di beberapa titik distribusi. Karena itu, perpanjangan masa diskon dinilai lebih adaptif menghadapi dinamika lapangan.
Mengapa Diskon Penumpukan Penting Saat Nataru?
Pelabuhan merupakan simpul utama logistik nasional. Tanjung Priok sendiri dikenal sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. Ketika terjadi lonjakan arus barang di akhir tahun, beberapa tantangan yang kerap muncul antara lain:
- Potensi kepadatan lapangan penumpukan karena banyak peti kemas datang bersamaan.
- Waktu tunggu truk meningkat akibat antrean di gate dan area pengambilan.
- Keterbatasan jam operasional sebagian pihak (misalnya gudang atau penerima barang) karena libur.
- Biaya logistik naik jika peti kemas terlalu lama tertahan sehingga terkena biaya storage lebih besar.
Diskon tarif dasar penumpukan membantu menurunkan tekanan biaya, sekaligus mendorong pengguna jasa untuk lebih proaktif melakukan pengeluaran peti kemas. Dampak akhirnya diharapkan berupa arus barang yang lebih lancar, perputaran peti kemas lebih cepat, dan pelabuhan tidak terlalu padat.
Siapa yang Diuntungkan dari Kebijakan Ini?
Kebijakan diskon ini pada dasarnya menyasar seluruh ekosistem pengguna jasa yang terkait dengan pergerakan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Pihak yang paling merasakan manfaatnya biasanya:
- Importir yang membutuhkan waktu tambahan untuk penarikan peti kemas karena penyesuaian jadwal gudang atau distribusi.
- Eksportir yang mengatur konsolidasi barang dan jadwal stuffing atau pengiriman.
- Perusahaan logistik dan forwarder yang menangani dokumen dan pengiriman multi titik.
- Transporter/trucking yang menghadapi antrean dan kepadatan lalu lintas.
Tips Memaksimalkan Diskon Tarif Penumpukan
Agar potongan tarif benar-benar efektif menekan biaya dan mempercepat arus barang, pengguna jasa bisa mempertimbangkan langkah-langkah berikut:
- Percepat pengurusan dokumen (release order, custom clearance, dan administrasi terkait) sebelum puncak kepadatan.
- Koordinasi jadwal truk lebih awal untuk menghindari jam-jam paling padat.
- Pastikan kesiapan gudang/penerima barang, terutama pada periode libur panjang.
- Pantau informasi layanan pelabuhan dan penyesuaian operasional selama Nataru.
Kesimpulan
Perpanjangan diskon tarif peti kemas Tanjung Priok sebesar 60% hingga 9 Januari 2026 menjadi strategi Pelindo untuk mendorong kelancaran logistik pada periode Nataru 2025–2026. Dengan beban biaya penumpukan yang lebih ringan, diharapkan pengguna jasa lebih leluasa mengatur pengambilan barang dan perputaran peti kemas semakin cepat, sehingga kepadatan pelabuhan dapat ditekan.
Sumber rujukan berita: RMOL (tautan pada ringkasan yang diberikan).

