Manfaat Baking Soda untuk Kesehatan & Cara Pakai Aman

Manfaat Baking Soda untuk Kesehatan & Cara Pakai Aman

Manfaat baking soda untuk kesehatan sering dibahas karena bahan dapur ini punya fungsi medis tertentu, terutama sebagai antasida (penetral asam) dan pendukung performa olahraga pada kondisi tertentu. Meski terlihat sederhana, baking soda (natrium bikarbonat) tetap harus digunakan dengan hati-hati karena dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit, tekanan darah, dan pencernaan.

Di artikel ini, kita bahas manfaat yang didukung bukti medis, cara penggunaan yang relatif aman, dosis umum yang sering dipakai, serta risikonya agar Anda tidak salah langkah.

Apa itu baking soda (natrium bikarbonat)?

Baking soda adalah senyawa basa bernama natrium bikarbonat. Dalam dunia kesehatan, natrium bikarbonat digunakan untuk membantu menetralkan asam. Karena sifat ini, baking soda kadang dipakai untuk meredakan keluhan asam lambung dan, pada konteks olahraga, untuk membantu “menahan” penumpukan asam pada otot saat aktivitas intens.

Manfaat baking soda untuk kesehatan yang didukung bukti

1) Membantu meredakan gejala asam lambung (heartburn)

Salah satu manfaat baking soda yang paling dikenal adalah membantu menetralkan asam lambung. Pada sebagian orang, ini dapat mengurangi rasa panas di dada (heartburn) atau rasa perih di ulu hati yang muncul sesekali.

Namun, perlu dicatat: baking soda bukan solusi utama untuk GERD kronis. Jika keluhan sering kambuh, lebih tepat evaluasi pola makan, berat badan, dan konsultasi ke dokter untuk terapi yang sesuai.

2) Mendukung performa olahraga intens (efek “buffering”)

Dalam olahraga intensitas tinggi (misalnya sprint, interval training, atau angkat beban tertentu), tubuh dapat mengalami peningkatan keasaman pada otot. Natrium bikarbonat dapat bertindak sebagai “buffer” yang membantu mengurangi penurunan pH, sehingga pada sebagian atlet bisa meningkatkan performa atau menunda kelelahan.

Efek ini tidak selalu terasa pada semua orang, dan efek samping pencernaan cukup sering terjadi. Karena itu, penggunaannya lebih cocok dipertimbangkan untuk atlet yang sudah mencoba strategi nutrisi olahraga lain dan memahami risikonya.

3) Membantu pada kondisi medis tertentu (di bawah pengawasan dokter)

Dalam praktik klinis, natrium bikarbonat dapat digunakan dokter pada kondisi tertentu yang berkaitan dengan gangguan asam-basa (misalnya asidosis metabolik) atau situasi spesifik lainnya. Ini bukan penggunaan rumahan dan tidak boleh ditiru tanpa evaluasi medis, karena dosis dan cara pemberian sangat bergantung pada kondisi pasien.

Cara pakai baking soda yang lebih aman (panduan umum)

Penggunaan baking soda untuk keluhan ringan sebaiknya bersifat sesekali, bukan rutin harian. Jika Anda ingin mencoba, perhatikan prinsip berikut:

  • Mulai dari dosis kecil dan lihat toleransi tubuh, terutama pada pencernaan.
  • Larutkan dalam air dan minum perlahan. Hindari langsung menelan bubuknya.
  • Jangan digunakan jangka panjang untuk keluhan asam lambung. Jika sering, cari penyebab dan terapi yang tepat.
  • Jaga jarak dengan obat lain. Baking soda dapat mengubah penyerapan beberapa obat. Beri jeda beberapa jam dan konsultasikan bila Anda rutin minum obat.

Dosis umum yang sering dipakai

Untuk heartburn sesekali: banyak panduan nonresep menyebutkan natrium bikarbonat dapat digunakan sebagai antasida dengan cara dilarutkan dalam air. Namun, dosis yang tepat dapat berbeda antar produk dan kondisi individu. Karena itu, rujuk label produk (jika menggunakan produk antasida natrium bikarbonat) atau konsultasi apoteker.

Untuk olahraga: protokol yang sering diteliti adalah sekitar 0,2–0,3 g/kg berat badan sebelum aktivitas, tetapi ini kerap memicu mual, kembung, atau diare. Banyak atlet membagi dosis (split dosing) dan melakukan uji coba saat latihan, bukan saat kompetisi. Tetap, sebaiknya didampingi ahli gizi olahraga/dokter tim.

Risiko dan efek samping baking soda

Walau mudah ditemukan, baking soda bukan tanpa risiko. Efek samping yang paling sering muncul meliputi:

  • Kembung, sendawa, mual, diare (gangguan pencernaan).
  • Retensi cairan karena kandungan natrium, yang dapat berdampak pada tekanan darah.
  • Gangguan elektrolit (misalnya natrium tinggi) bila digunakan berlebihan.
  • Alkalosis metabolik (darah terlalu basa) pada penggunaan tidak tepat/berlebihan.

Siapa yang sebaiknya menghindari baking soda?

Hindari atau konsultasikan dulu ke dokter bila Anda:

  • Memiliki hipertensi atau harus membatasi asupan garam/natrium.
  • Mengalami gangguan ginjal atau masalah keseimbangan elektrolit.
  • Memiliki gagal jantung atau mudah bengkak (edema).
  • Sedang hamil/menyusui dan ingin menggunakan rutin.
  • Rutin mengonsumsi obat tertentu (misalnya diuretik, obat jantung, obat yang sensitif terhadap pH lambung).

Kapan harus ke dokter?

Segera periksa bila Anda mengalami:

  • Heartburn lebih dari 2 kali seminggu, atau tidak membaik dengan perubahan gaya hidup.
  • Nyeri dada yang menjalar, sesak, keringat dingin (untuk menyingkirkan kondisi jantung).
  • Muntah darah, BAB hitam, sulit menelan, atau penurunan berat badan tanpa sebab.

Kesimpulan

Manfaat baking soda untuk kesehatan yang paling relevan secara medis adalah membantu menetralkan asam (meringankan heartburn sesekali) dan berpotensi mendukung performa pada olahraga intens. Namun, karena kandungan natrium dan efeknya pada asam-basa tubuh, penggunaannya harus bijak, tidak berlebihan, dan tidak dijadikan solusi jangka panjang. Jika Anda punya penyakit tertentu atau keluhan berulang, pilihan paling aman adalah konsultasi dengan dokter atau apoteker.