Open House Natal Kedua Yulius Selvanus di Kakas menjadi momen hangat yang menyatukan warga dalam suasana perayaan sekaligus silaturahmi. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), pulang kampung ke wilayah Kakas dan menggelar open house Natal Kedua bersama masyarakat setempat, termasuk warga dari Remboken.
Di tengah tradisi Natal di Minahasa yang dikenal kental dengan kebersamaan, agenda open house bukan sekadar acara seremonial. Kehadiran gubernur di kampung halaman memberi nuansa berbeda: ada rasa dekat, ada ruang percakapan, dan ada kesempatan bagi warga untuk bertemu pemimpinnya tanpa sekat.
Suasana Natal Kedua yang Penuh Kehangatan
Natal Kedua, yang lazim dirayakan sebagian masyarakat setelah Hari Natal, sering dimanfaatkan sebagai waktu untuk memperpanjang sukacita, mempererat persaudaraan, dan mengunjungi sanak keluarga. Karena itu, ketika Yulius Selvanus memilih pulang kampung dan membuka rumah untuk warga, momen tersebut langsung menjadi magnet kebersamaan.
Open house berlangsung dalam suasana akrab. Warga Kakas dan Remboken datang silih berganti untuk bersalaman, menyampaikan ucapan selamat Natal, serta berbagi cerita. Tradisi bertamu dan menerima tamu pada masa Natal menjadi penanda bahwa nilai kekeluargaan masih sangat kuat di wilayah ini.
Kakas dan Remboken: Bertemu dalam Satu Perayaan
Yang menarik, open house ini tidak hanya menjadi titik temu warga Kakas, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat dari Remboken. Dua wilayah yang sama-sama memiliki sejarah, budaya, dan ikatan sosial yang erat ini kembali dipersatukan oleh semangat Natal.
Dalam perayaan seperti ini, masyarakat biasanya tidak membedakan asal kampung. Semua datang sebagai keluarga besar—membawa doa, membawa harapan, dan membawa suasana damai. Open house gubernur pun menjadi simpul kebersamaan yang memperkuat hubungan antarwarga.
Makna Pulang Kampung bagi Seorang Pemimpin
Pulang kampung bagi seorang kepala daerah bukan hanya soal kembali ke tempat asal. Di mata warga, itu juga bentuk penghormatan terhadap akar budaya dan identitas. Kehadiran YSK di Kakas pada Natal Kedua memberi sinyal bahwa jabatan tidak memutus kedekatan dengan masyarakat, justru seharusnya memperluas ruang perjumpaan.
Di banyak daerah, pemimpin yang hadir langsung dalam perayaan warga akan lebih mudah mendengar aspirasi. Percakapan ringan saat bersalaman, obrolan singkat di sela acara, hingga sapaan penuh canda sering kali menjadi jembatan komunikasi yang lebih efektif dibanding forum resmi.
Open House sebagai Tradisi Silaturahmi
Open house dikenal sebagai tradisi yang sederhana namun bermakna. Warga datang tanpa undangan formal, disambut dengan ramah, lalu pulang membawa rasa senang karena telah bertemu dan dihargai. Dalam konteks Natal, open house juga menjadi wujud praktik nilai kasih, penerimaan, dan kebersamaan.
Selain itu, kegiatan seperti ini biasanya turut menggerakkan suasana kampung: ada yang datang berkelompok, ada yang bertemu teman lama, ada pula keluarga yang memanfaatkan momen untuk reuni kecil-kecilan. Maka, open house bukan hanya milik tuan rumah, tetapi juga milik warga yang merayakannya bersama.
Harapan Warga di Momen Natal Kedua
Perayaan Natal kerap menjadi waktu refleksi. Bagi masyarakat, bertemu langsung dengan gubernur di momen seperti ini juga membuka ruang harapan—tentang perhatian pemerintah pada daerah, peningkatan kesejahteraan, hingga kelanjutan pembangunan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari.
Dengan suasana yang cair dan kekeluargaan, open house bisa menjadi pengingat bahwa hubungan pemerintah dan masyarakat seharusnya tidak selalu berjarak. Kehadiran pemimpin di tengah warga, apalagi dalam perayaan keagamaan yang sarat nilai, sering kali memberi energi positif bagi kebersamaan sosial.
Kesimpulan
Open House Natal Kedua Yulius Selvanus di Kakas menjadi peristiwa yang menghangatkan perayaan Natal di Sulawesi Utara. Dengan pulang kampung dan membuka ruang silaturahmi bagi warga Kakas serta Remboken, YSK menghadirkan momen perjumpaan yang sederhana namun bermakna: merayakan Natal dengan cara yang paling dekat dengan tradisi masyarakat—bertemu, berbagi, dan menjaga persaudaraan.
- Tokoh: Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK)
- Kegiatan: Open house Natal Kedua
- Lokasi: Kakas dan dihadiri masyarakat termasuk dari Remboken
- Makna: Silaturahmi, kebersamaan, dan kedekatan pemimpin dengan warga

