PSM Makassar vs Persib Bandung kembali jadi sorotan jelang laga lanjutan Super League 2025/26. PSM disebut siap meladeni Persib secara terbuka dan enggan sekadar menumpuk pemain di lini belakang. Situasi ini membuat Persib tak bisa hanya mengandalkan dominasi penguasaan bola—mereka juga harus siap menghadapi duel yang intens, cepat, dan penuh transisi.
Bukan rahasia, Persib Bandung sering kali tampil menekan saat menghadapi lawan yang memilih bertahan. Namun, saat lawan berani bermain keluar, pertandingan biasanya berubah: tempo meningkat, ruang antar lini terbuka, dan kesalahan kecil bisa langsung berbuah peluang. Itulah konteks yang membuat laga ini menarik, sekaligus berbahaya bagi kedua tim.
PSM Makassar Tak Mau Sekadar Parkir Bus
PSM Makassar datang dengan pesan jelas: mereka tidak ingin bermain bertahan total. Dalam sepak bola modern, strategi bertahan memang sah, tetapi berisiko jika terlalu pasif—terutama saat menghadapi tim yang punya kreativitas dan variasi serangan seperti Persib.
Keputusan PSM untuk meladeni permainan dapat dibaca sebagai upaya menjaga identitas tim: berani duel, agresif, dan siap menyerang balik dengan cepat. Pola seperti ini kerap membuat lawan tidak nyaman karena permainan menjadi “hidup” dan tidak monoton.
Kenapa PSM Memilih Bermain Terbuka?
- Menghindari tekanan konstan: Bertahan terlalu dalam membuat tim mudah terkurung selama 90 menit.
- Mencari momen transisi: Saat Persib naik menyerang, celah di belakang bisa dimanfaatkan melalui serangan balik cepat.
- Menang duel di tengah: Pertarungan lini tengah jadi kunci untuk memutus aliran bola lawan sekaligus memulai serangan.
Persib Bandung Wajib Waspada: Laga Bisa Jadi Adu Cepat
Persib Bandung mesti mempersiapkan diri untuk skenario pertandingan yang lebih terbuka. Jika PSM benar-benar menekan dan tidak pasif, Persib perlu lebih rapi dalam sirkulasi bola dan lebih disiplin saat kehilangan penguasaan.
Dalam pertandingan dengan tempo tinggi, detail kecil menentukan: salah umpan saat build-up, terlambat menutup ruang, atau kalah duel kedua bisa membuat tim kebobolan. Karena itu, kewaspadaan Persib tidak hanya soal menghadapi serangan PSM, tetapi juga bagaimana mengelola ritme permainan agar tidak terpancing adu lari tanpa kontrol.
Tiga Hal yang Harus Dijaga Persib
- Transisi bertahan: Begitu bola hilang, reaksi 3–5 detik pertama sangat krusial untuk menghentikan serangan balik.
- Jarak antar lini: Jika terlalu renggang, PSM bisa menyelinap di ruang-ruang half-space dan menciptakan peluang tembak.
- Efektivitas penyelesaian akhir: Laga terbuka biasanya memberi peluang lebih banyak—tim yang lebih klinis akan unggul.
Duel Lini Tengah: Kunci Menguasai Pertandingan
Pertemuan seperti ini hampir selalu ditentukan oleh siapa yang mengontrol lini tengah. PSM yang tidak ingin bertahan kemungkinan akan mencoba menekan sejak area tengah, memaksa Persib membuat keputusan cepat.
Di sisi lain, Persib membutuhkan pemain penghubung yang mampu keluar dari tekanan, membuka sudut umpan, dan mengubah arah serangan. Jika Persib berhasil lolos dari pressing pertama, ruang di belakang lini tengah PSM bisa menjadi ladang peluang.
Indikator Siapa yang Lebih Unggul
- Jumlah kemenangan duel: Tim yang menang duel lebih banyak biasanya lebih sering menguasai bola kedua.
- Akurasi umpan vertikal: Umpan menembus garis dapat memecah pressing dan menciptakan peluang.
- Kecepatan pergantian sisi: Switch play yang cepat membuat blok pertahanan lawan terlambat bergeser.
Potensi Jalannya Laga: Terbuka, Intens, dan Penuh Momen
Dengan PSM Makassar bertekad tidak bermain bertahan, pertandingan berpotensi berlangsung lebih agresif. Persib bisa lebih mudah menemukan ruang untuk menyerang, tetapi pada saat yang sama mereka juga lebih rentan terkena counter saat terlalu banyak pemain naik.
Skema seperti ini sering menghasilkan pertandingan yang seru untuk penonton: peluang datang silih berganti, duel keras terjadi di banyak area, dan pergantian momentum dapat terjadi hanya dalam beberapa menit. Bagi Persib, kuncinya adalah keseimbangan—menyerang tanpa kehilangan struktur.
Kesimpulan
PSM Makassar vs Persib Bandung pada lanjutan Super League 2025/26 menjanjikan laga yang tidak membosankan. PSM siap meladeni permainan dan enggan bertahan total, sementara Persib harus waspada karena laga terbuka menuntut disiplin transisi, efektivitas serangan, dan kontrol emosi di momen-momen krusial.
Jika Persib mampu mengelola tempo dan tidak ceroboh saat build-up, peluang meraih hasil positif terbuka lebar. Namun bila PSM sukses memaksa pertandingan jadi adu cepat dan penuh transisi, Maung Bandung wajib siap menghadapi ujian yang lebih berat dari sekadar dominasi bola.

